Rabu, 11 Agustus 2010

diamku berkata-kata

aku rasa diam beberapa menit membuat semua keadaan kembali menjadi baik-baik saja. aku tau mereka mengharap aku berbicara, dan aku rasa mereka menyadari bahwa diamku berkata-kata. di ruang 4 kali 6 meter aku menghabiskan waktuku untuk sejenak DIAM, memikirkan sesuatu yang ABSTRAK. diamku menginfeksi udara di sekitarku, diamku membuat dunia sungkan untuk mengeluarkan suara, diamku membuat malam ini terlihat muram. coklat cerres yang biasa bertaburan di langit yang terlihat muram sepertinya enggan untuk menampakkan diri.

kesedihan membuatku ingin sekali merengkuh ibuku, tapi aku tak bisa. aku ingin DIAM sejenak, dan menyendiri. sudah berapa banyak kesalahan yang aku lakukan. balkon adalah tempat andalanku bersandar, menatap lekat langit-langit yang muram. terkadang terdengar decak lidah, hembusan nafas panjang, gumpalan ludah yang tertelan, dan yang terakhir isak pelan. tapi siluetku masih terdiam.

aku mencoba menarik kedua tanganku hingga merengkuh kedua lututku, membiarkan kepalaku merunduk, gemetar badanku mulai terasa, keringat mengucur deras, lagi lagi dan lagi isak tangis itu menderu hebat.

ini bukan kali pertama aku seperti ini, meringkuk dan bersandar nyaman di balkon (tempat andalanku), padahal tidak. sementara dunia disekeliling sangat menanti diriku pulang kembali ke kehidupan normalku, sudah cukup rasanya aku menjalani kehidupan ini seorang diri, seolah tidak membutuhkan mereka orang-orang terdekatku, padahal bukan itu yang aku mau. aku ingin kembali hidup NORMAL.

ingin rasanya kususutkan tangis ini, ku bungkus rapat-rapat dengan kertas coklat lalu kularutkan di aliran sungai. berharap tidak ada lagi tangis yang setiap malam menderu hebat.

mencoba kembali menatap dunia yang sudah lama merindukan keceriaanku. kecerian yang sudah hampir sebulan di sandra oleh DIAM ku yang sesungguhnya berkata-kata. aku harap ini kali terakhir aku membiarkan kesedihan itu berlarut dan bersangkar di jasadku. tak akan ku biarkan lagi DIAM ku mengunci rapat sekantung keceriaan yang aku punya.

welcome to the world ‘diTTa

Kamis, 05 Agustus 2010

AKU dan DIA

kebimbangan dan kegelisahan mengitari seluruh organ dalam otakku saat aku dihadapkan kepada dua pilihan, dimana aku harus bisa memilih diantara keduanya. aku menyayangi keduanya, tapi aku harus bisa memilih salah satu diantaranya. aku kesulitan ketika dihadapkan pada dua pilihan.

aku memang lebih dulu mengenalnya, aku sudah mengenal pribadinya sejak lama. aku akui aku menyayanginya, entah kenapa aku menjadi ragu padanya. aku bingung tentang rasa yang aku rasa semenjak 2 tahun terakhir ini aku menyayanginya karena memang aku menyayanginya atau kerena aku yang sudah mulai bergantung dan mulai terbiasa padanya.

satu bulan terakhir aku mulai merasa jenuh, kejenuhan yang sempat membuatku lupa akan semua kenangan terindah yang pernah kita lalui bersama. hingga suatu ketika aku mulai mengenal DIA. dia warna baru dalam hidupku, dia yang membebaskan aku dari kejenuhanku, dia yang banyak mengajari aku tentang mencinta dan dicinta, dan dia yang selalu mengingatkan aku dengan statementnya “hari kemarin adalah SEJARAH, hari esok adalah misteri dan hari ini yang harus kita jalani”. setangkup kalimat itu tak akan pernah hilang dari ingatanku.

secangkir chocochino panas yang menemani aku dikala malam-malam pembunuh itu menyergapku, menghantui pikiranku kembali, menghipnotis alam bawah sadarku. ini sudah gelas ke lima aku menyeruputnya dengan hangat. ku kembangkan cuping hidungku lalu ku hirup dalam-dalam aromanya yang eksotis. ku putar kembali sendok kecil didalamnya hingga buih-buih itu muncul semakin banyak, dan pusaran didalamnya semakin terbentuk. aku terasa hampir masuk dalam pusaran itu. terjerat kembali pada ingatan-ingatan dan penyesalan atas diriku yang sempat terpikir untuk mengelabuhi keduanya. kedua lelaki yang membuatku tersiksa karena harus dihadapkan pada dua pilihan. dua pilihan yang harus aku pilih satu diantaranya.

ini adalah malam ke empat dimana aku yang masih bimbang pada diriku yang hilang arah, bimbang dan masih belum juga tau mana yang harus ku pilih. tapi aku memang harus memilih, aku tidak boleh memiliki keduanya.

dia yang lebih dulu ku kenal dua tahun terakhir ini.

DIA baik, dia memang tidak romantis juga cuek. tapi kecuekan dia selama ini yang membuatku tertantang.

tapi ada satu sifatnya yang membuatku tidak kuat menahan.

DIA kasar, tidak bisa sedikit pun bersikap lembut padaku. aku merasa tidak pernah merasakan kasih sayang itu.

dia warna baruku

DIA pun baik, dewasa dalam berpikir, membawa selalu ketenangan yang membuatku enggan menjauh darinya dan selalu ingin dekat dengannya. dia mempunyai segalanya yang tidak dimiliki DIA yang lebih dulu ku kenal.

satu sifat yang membuatku tidak tahan, sepertinya hampir tidak ada. hanya saja dia tidak pernah bisa terbuka padaku. dan sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya soal rahasia yang dia tutupi rapat tanpa celah sedikit pun.

butuh penimbangan yang kuat, hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk memilih DIA warna baru dalam hidupku. aku pun sadar ini memang terlalu cepat, terlalu cepat aku memutuskan untuk memilih DIA yang baru saja ku kenal. aku pun bingung mengapa aku begitu antusias memilih dia.

aku yakin betul DIA-lah yang terbaik untukku.

satu bulan berlalu, namun tiba-tiba keyakinan itu pudar seketika. keraguan mulai bermunculan. DIA yang tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat, dia bukan dia yang aku kenal dulu. dia seperti menjadi orang asing dalam hidupku.

keyakinan yang aku yakini seratus persen kini menjadi gumpalan-gumpalan keraguan yang membuat semua sistem saraf otakku tidak bekerja sempurna. entah rahasia apa yang dia tutupi.

dua minggu aku tidak mendapat sedikit kabar darinya. aku yang bingung harus mencari dia kemana, aku bingung memikirkan apa salahku hinga dia seperti ini.

aku menunggu dia mengklarifikasi semuanya. aku yang rela menunggu sebuah kepastian yang akan dijatuhkan padaku. aku yang rela membiarkan malam-malam kesakitan menyergapku.

ini adalah malam ke tujuh aku melewatinya dengan ditemani bulir-bulir kristal yang hampir setiap malam jatuh pada pelupuk mataku.

tiba-tiba ponselku bergetar, entah dimana aku meletakkannya. aku mencari kesana kemari, seolah beharap DIA yang mengirim pesan lalu berkata

“sayang kamu apa kabar, maaf aku gak ngabarin kamu. karena aku sibuk. aku sayang kamu”

ku buka perlahan berharap dia yang mengirim message. well begitu takjub aku yang pelahan mengeja isi pesan itu berharap ada satu kekeliruan didalamnya. namun memang tidak ada sedikit pun kekeliruan dalam isi pesan itu.

lagi-lagi bulir kristal yang terlihat seperti bentuk nol besar tiba-tiba mengalir deras. sangatlah deras. isi pesan yang aku harapkan berubah menjadi kesakitan yang aku rasakan.

“maaf sebaiknya kita sudahi hubungan ini, karena aku tdak ingin menyakiti hatimu lebih dalam”.

tuhan …. mengapa jalan ini yang engkau pilihkan untukku??. aku yang masih duduk terdiam menatap lekat langit-langit yang sepertinya tidak ada sedikit pun bintang-bintang bertaburan.

yahh inilah perpisahan paling sepi yang aku rasakan, tidak ada kata pencegahan untuk menyudahi semua ini, tidak ada kata peluk terakhir ataupun cium terakhir. semuanya berlalu begitu saja.

tapi inilah pilihan yang dia mau, aku tidak bisa mencegahnya aku tidak bisa memaksakan keadaan ini. walau alasan yang diberikan tidak cukup menjelaskan padaku, alasan yang tidak rasional.

mungkin ini adalah jalan terbaik untuk semuanya.

untuk AKU dan DIA .

ini adalah pelajaran yang paling berharga dalam hidupku, aku harus bisa lebih berhati-hati lagi. agar tidak akan ada lagi penyesalan. dan KESAKITAN.

Sabtu, 31 Juli 2010

sempat menoleh

malam ini gak ada cerita-cerita sendu plus mewek-mewek lagi.

tapi yang jelas gue gak tau emosi apa yang sedang menerjang pikiran gue, entah senang, sedih, jengkel, kesel, atau apalah itu. rasa sakit yang gue rasain di hari-hari lalu gue cukup negebuat gue kehilangan akal sehat gue.

malam ini gak jauh berbeda dari malam sebelumnya, cuma dirumah duduk di kursi andalan gue, melototin layar monitor, mencoba memikirkan tulisan apa lagi yang mau gue tuang dalam blog gue, and then jari-jari gue udah mulai nakal mencet-mencet keyboard.

malam ini, malam yang cukup bikin gue jadi melankolis dramatis lagi, tapi tenang sesuai dengan tema kita malam ini gak ada cerita-cerita sendu plus mewek-mewek lagi.

kalau di hitung-hitung malam ini adalah malam minggu kedua gue yang kelabu, tanpa teman, tanpa pacar well bikin gue jadi wanita melankolis dramatis. gue yang sedang sibuk merapihkan serpihan demi serpihan perasaan yang sempat tercabik-cabik dan tidak menghasilkan bentuk sama sekali. perasaan yang sempat goyah kini sudah kucoba kokohkan kembali, pikiran yang hilang arah sedang gue atur kembali. mencoba menjadikan semuanya kembali menjadi baik-baik saja.

kembali hidup normal, tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi kesakitan.

gue sedang rindu pada seseorang, seseorang yang dulu pernah singgah cukup lama dihati gue. gue rindu pertengkaran yang sering terjadi diantara kita. moment-moment yang cukup lama gak gue rasain.

heeeyyy, SADARR. bola mata gue terbelalak, baru aja gue ingat-ingat sesuatu yang sudah lama gue pendam jauh didasar sana. c’mon gak ada waktu lagi mengingat-ingat DIA yang sudah lama menjadi SEJARAH dalam hidup. sudah seperempat jalan gue telusurin pada halaman hidup gue yang baru, gak akan gue biarin sedikitpun untuk menoleh kembali, itu sama aja membuat gue STUCK di posisi yang sama dan kemudian ngebunuh gue perlahan.

well gue harus terus melaju, menelusuri tiap bab dalam lembar hidup gue yang baru. tanpa menoleh kembali, terus melaju sampai akhirnya gue temuin kebahagian yang sedang menunggu gue di sana.

Jumat, 23 Juli 2010

tersadar dari; MATI SURI

pagi ini seperti pagi-pagi sebelumya, wajahku yang masih terlihat kusut sehabis bangun tidur dengan pijama favoritku yang bergambar mickey mouse, dan gaya kamarku yang berantakan. buku-buku yang berserakan di tempat tidur, baju-baju kotor yang yang berantakan dilantai, handphone yang aku gak tau kali ini dimana keberadaanya entah di bawah bantal atau tertutup selimut, i-pod yang selalu setia memutar lagu-lagu untuk menenangkanku dikala mimpi buruk datang bertamu. benar-benar melebihi kapal pecah, tapi ini adalah inspirasiku. disinilah aku bebas mengeluarkan imaji-imaji dalam ilustrasiku, megeluarkan setiap inchi perasaan yang aku rasakan. teman sejatiku (kopi panas) masih setia menemaniku, dengan sedikit mengembangkan cuping hidungku, menghirup dalam-dalam kepulan asap yang membumbung dalam cangkir kurasakan betul aromanya. lamunanku mulai terhisap dalam pusaran kopi dalam cangkirku. tiba-tiba play-list berganti menjadi lagu sherina-pergilah kau

tak mau lagi aku percaya

pada semua kasih sayangmu

tak mau lagi aku tersentuh

pada semua pengakuanmu

kamu tak kan mengerti rasa sakit ini

kebohongan dari mulut manismu

pergilahkau, pergi dari hidupku

bawalah semua rasa bersalahmu

pergilah kau, pergi dari hidupku

bawalah rahasiamu yang tak ingin ku tahui

tak mau lagi aku terjerat

pada semua janji-janjimu

tak mau lagi aku terkait

pada semua permainanmu

aku tersadar dalam lamunanku yang sempat menjeratku lagi, yang hampir membuatku masuk dalam pusaran kopi dalam cangkirku sendiri.

aku tersadar bahwa aku harus cepat menghapus semuanya, membuang semua rasaku, melenyapkan semua memory tentangnya dalam kepalaku. memulai hidupku yang baru, memulai semuanya dari NOL lagi.

walau semua fakta dari realita yang tampak itu menyakitkan, tapi aku harus rela mengubur semua mimpi dan harapan itu dalam-dalam.

dan kembali menatap masa depanku, kembali bersama orang-orang yang menyayangiku yang sudah lama menungguku tersadar dari koma yang panjang.

welcome di kehidupan yang nyata, tidak ada lagi impian, tidak ada lagi khayalan, tidak ada lagi rekaman-rekaman yang dimainkan setiap malam hingga malam rela digusur pagi.

hidup ini ternyata indah bahkan bodohnya aku sudah melewatkan waktu-waktuku demi hal-hal yang ABSTRAK. ke-ABSTRAKAN yang membiarkan diriku sejenak untuk MATI SURI.

Kamis, 22 Juli 2010

By Me

gak setuju sama statement “BIAR WAKTU YANG MENJAWAB” . waktu tidak akan menjawab apa pun, namun waktu yang akan menemani kita untuk menemukan sebuah jawaban itu.

kotak REKAMAN yang dimainkan

restoran INDIA plus panas-panasan, kedai SEAFOOD samping kuburan, nasi uduk BABE SAMAN di KEBON KACANG, KOTA TUA (nasi rawon plus aqua botol), CILEDUK gank MATAHARI plus ujan”an, kedai baso di BENHIL, SENCY (Sour Sally plus TAKOYAKI) plus kesel-kesel karna tiket parkir yang sempet ilang, kedai MIE AYAM (yang gue gk tau dimana tempatnya), TAMAN ANGGREK (XXI-KARATE KIDS,burger,KFC), MONAS panas-panasan plus foto-foto.

perlahan semuanya akan menjadi ‘sejarah’, sungguh konsep yang sangat MENAKUTKAN. konsep itu sekarang mulai membumbung tinggi di atas kepalaku, dan siap berputar-putar menelusuri sel-sel otakku. semua rekaman sengaja aku rekam yang berisi kenangan sudah kusimpan rapi dalam kotak yang tertutup rapat dengan segel yang merekat kuat bertuliskan “myDREAM”.

suatu ketika saat aku mulai rindu dengan semuanya, kotak yang memiliki mesin otomatis yang akan dengan sendirinya memainkan semua rekaman yang ada didalamnya. setiap inchi perjalanan akan terpampang tanpa ada yang terlewatkan. dari mulai kesenangan, kecerian, lelucon yang menggelikan, hingga di menit-menit rekaman yang terakhir ada beberapa sejumput kesakitan, ketakutan, keresahan hingga keengganan diriku yang tak mau pergi dari perbatasan usai dan tidak usai.

aku yang masih bertengger dengan prinsipku yang tidak mau ikut pergi bersama yang lain, dan lebih memilih untuk terus menemani sejarah. aku akan membiarkan semuanya berlarut, sampai aku bosan memainkan rekaman itu. jika bisa aku pencet tombol tunda pada menit rekaman sebelum terjadi konflik. aku akan pergi dengan menggunakan mesin waktu menelusuri setiap inchi perjalanan hingga mencapai titik yang aku inginkan. aku mau menatap dia lekat-lekat menghafal setiap lekuk raut wajah, wajahnya yang menyimpan sejuta kecerian yang selalu membuatku terpana, menghirup aroma tubuhnya, mengahafal temperatur suhu tubuhnya, lalu kutarik lenganmu hingga merengkuh diriku aku mau mendengar irama denyut jantungmu yang berdetak kencang, merasakan kehangatan tubuhmu, menghafal setiap lekuk dan bentuk tubuhmu. hingga tiba dititik terkakhir, ku tatap matamu lamat-lamat kudekatkan pelan-pelan semakin dekat ku kecup hangat bibirmu kurasakan betul kehangatan itu ku hafal betul bentuk bibirmu.

aku ingin megabadikan setiap inchi perjalananku dengannya. memang terdengar sangat konyol bahkan tidak waras.

baik-baik kau disana, jangan sampai kau ditelan lumat-lumat oleh cacing, binatang selatan, buaya, serigala, sampai binatang buas yang paling buas.

aku disini sendiri, dengan ketidakteraturan hidupku dan sisi diriku yang hilang rasa, hilang jiwa, hilang arah. MENUGGUMU dengan membawa kembali sisi dirimu yang NORMAL yang pernah aku kenal dulu.

Selasa, 20 Juli 2010

10 tips PATAH HATI

dunia ini memang terlalu sempit, jalan ini pun terlalu sesak dan berliku untuk orang-orang yang PATAH HATI, SAKIT HATI, DILEMA, atau apalah itu yang ada hubungannya dengan masalah percintaan.

beberapa fakta menunjukan bahwa banyak yang memilih jalan untuk mengobati PATAH HATI-nya lebih kepada hal-hal negatif. ini nihh yang gaak gue pengen, benci banget gue sama cewe yang terlalu mendramatisir keadaan (kaya gue yang gak pernah gitu aja , cckkkckckckkc). ookaay buat kalian semua yang lagi berasa melankolis dramatisir nihh gue punya 10 tips yang bisa elo terapin :

pertama hindarin tuh yang namanya lagu-lagu melankolis plus film-film dan novel-novel romantis. dijamin bakal bikin kalian mewek-mewek seharian

kedua simpan semua barang-barang yang ada kaitannya dengan kenangan-kenangan indah, simpan yang rapi dikotak yang tertutup rapat, taro deh di gudang atau apalah kalau memang elo gak mau ngebuangnya

ketiga absen dulu deh dari dunia perfacebookan dan pertwitteran (gue yakin banget buat cewe-cewe diluar sana pasti masih iseng buka-buka FB atau twitter si DOI). itu semua gak bakal bikin elo jadi bangkit tapi malah bikin elo STUCK diposisi yang sama

keempat ini dia yang ditunggu-tunggu, carilah hiburan-hiburan pergi shoping (kalau menurut kalian hal yang seperti ini hanya menghambur-hamburkan uang lebih baik gak usah) atau jalan sama teman-teman , tapi inget masih dalam komponen positif

kelima buat kalian yang hobi menulis, jangan enggan untuk menggali bakat kalian dengan menulis semua curahan hati kalian, gue rasa ini satu hal yang efektif bisa sekaligus ngembangin bakat and perasaan kalian bisa plong karna sebagian beban yang lagi elo tampung tercurah ke tulisan yang elo buat.

keenam buat kalian yang gak bisa nahan nangis, elo bisa ngeluarin semua tangisan elo sampai elo puas. (gue tau kok gimana sesaknya dada elo semua kalo nahan-nahan sesuatu yang MENYAKITKAN). tapi juga jangan terlarut sama kesedihan elo itu (dijamin gak akan bikin elo jadi bangkit)

ketujuh ada yang suka ke pantai?? coba kepantai tarik nafas dalam-dalam hembuskan perlahan. and TERIAK sekencang-kencangnya gue jamin abis itu elo pasti ngerasa plong

kedelapan coba untuk terbuka sama nyokap, karna nyokap lebih mengerti perasaan kita dan karakter kita dari pada orang lain. jangan malu untuk mengeluarkan unek-unek yang elo rasain sama nyokap. dan alhasil nyokap elo gak bakal kasih saran yang malah ngejerumusin diri elo sendiri (gak menutup kemungkinan untuk elo curhat sama teman), tapi kalau buat gue sendiri sih gue lebih nyaman curhat sama nyokap sebab dijamin aman rahasia kita ditangan nyokap

kesembilan coba elo cari buku-buku yang isinya tentang humor, atau komik-komik lucu. setidaknya nge-refresh otak lah

kesepuluh coba cari film-film gokil atau film carton lucu lah, biar pikiran elo gak terlalu tegang and ikatan simpul di otak elo lambat laun bisa meregang

it’s enough, i think !! okkay untuk kalian semua yang sedang PATAH HATI and berasa mellow, kalian perlu ingat satu hal hadapi semuanya dengan baik-baik saja and relaks tapi jangan ngegampangin juga sih. pokoknya positive thinking selalu.